Ketika, Saat

Ketika salah seorang sahabatmu menyapamu pagi itu hanya untuk mengucapkan selamat tinggal karena dia tak lama lagi meninggalkan kota indah yang menjadi tempat kalian menghabiskan waktu bersama-sama dalam suka dan duka walaupun itu kota kecil yang tak terlalu ramai penduduknya

Saat salah satu orang terkasihmu meninggalkan dirimu untuk selamanya karena Tuhan telah mempersiapkan rumah yang jauh lebih baik dan lebih indah, karena Tuhan jauh lebih menyayanginya daripada dirimu menyayanginya, meninggalkanmu sendiri di sebuah kota besar nan ramai namun kau merasa kesepian

Sewaktu senja menjelang dan kau menemukan secangkir kopi dan sepuntung rokok yang hampir habis, tetapi dirimu tak menemukan keberadaan orang yang menyebabkan kekacauan indah di tengah hingar-bingar kehidupan membosankan yang kau jalani setiap hari, dari pagi hingga petang

Di saar-saat seperti itulah kau sadar bahwa apa yang kau alami selama ini merupakan kepahitan hidup dan kau terjebak di dalamnya, namun kau berusaha untuk keluar menaklukkan kehidupan kejam ini lalu meraih kemenangan serta kebahagiaan yang memang pantas kau dapatkan

Saat itulah kau sadar bahwa dirimu hidup



Pixabay

Cerita ini bisa dibaca di : Ketika, Saat