AKU DAN PEREMPUANKU

Perempuanku

Selalu ada yang membuatku rindu

Senyum dan racikan kopimu

Mantramu yang tak mampu

Aku asingkan dalam ingatanku


Perempuanku

Kau matahariku

Yang mengajariku

Pengabdian yang rak menipu


Perempuanku

Bila waktu

Memintaku mengembara

       Melintasi daerah bahkan negara

Namamu kusebut dalam doa

      Kuperkenalkan dalam degup puisiku

Demikian caraku mencintaimu


Perempuanku

     Bersamamu aku telah menjadi laut

Kadang surut

      Kadang mampu damaikan gelombang kemelut


Perempuanku setelah ijab qabul

Segala bahasa menjadi halal

Surga yang tersembunyi

Tampak mungil dan asri


Perempuanku

        Tanah lahirku, tanah lahirmu

Kita datangi bersama

         Menggali segala yang ada

Sekedar menguatkan yakin

         Betapa memilikimu surga yang lain

Tak dapat kuterjemahkan

         

Perempuaku

Kaulah istriku

Pintu dia juga rejekiku

Yang telah dipersiapkan Tuhan dengan  sangat anggun

Memilikimu syukurku mengakar


Moh. Ghufron Cholid

Madura, 9 Maret 2018

Cerita ini bisa dibaca di : AKU DAN PEREMPUANKU