Run (Bolehkan Aku Berlari?)

Waktu itu aku yakin sudah sembuh dari masa lalu, dari setiap detik yang menikam qalbu. Aku yakin. 

Hari masih berputar seperti biasanya, aku harus menjalankan kewajibanku. Bangkit. Semua ini bukan akhir. 

Selalu ada rentetan cerita dimana kamu disakiti oleh orang yang kau cinta, lalu ditinggal pergi pas kangen-kangennya. Gimana rasanya? Luar biasa, kecewa. Bisa ditebak setelah kejadian mengerikan tersebut, akan ada orang baru dalam hidupmu. 

Aku yakin sudah sembuh dari masa lalu, dari setiap detik yang menikam qalbu. Aku yakin. 

Lalu setelah seseorang teramat dekat denganmu, dan tumbuh kenyamanan. Mengapa harus ada keraguan? 

Aku yakin sudah sembuh dari masa lalu, dari setiap detik yang menikam qalbu. Aku yakin. 

Dan kenapa setiap ada lelaki yang mencoba meyakinkanmu. Kamu tidak percaya. Setelah kepergiannya kau sesal tak terkira. 

Aku yakin sudah sembuh dari masa lalu, dari setiap detik yang menikam qalbu. Aku yakin. 

Lagi-lagi ketika ada yang mendekati. Kau lari. Kau lari sekencang-kencangnya. Tak peduli betapa sakitnya yang dibelakang ditinggalkan. 


*Sebenarnya itu bukan kamu, tapi aku. Sengaja ku samarkan. Agar aku tak terlihat menyedihkan. 


Nyd.

Cerita ini bisa dibaca di : Run (Bolehkan Aku Berlari?)