Berpikir Out The Box Dan Anti Mainstream

Menantang diri dari zona nyaman memang menjadi sebuah pencapaian hebat. Hal baru pasti membawa energi baru yang seru. Tentunya akan membuat kembali memulai. Belajar dari wadah kosong menjadi berisi. Dunia baru itu enggak harus jauh berbeda. Seperti menulis fiksi mencoba menulis true story. Meski framingnya sama-sama menulis. Tapi zona yang dipilih berbeda dari sebelumnya.


Pola pikir ini lebih kerennya dikenal dengan out the box. Kalau diartikan secara biasa adalah keluar dari kotak. Berkreasi secara liar namun tetap pada jalur yang dibenarkan. Tadinya yang sudah dianggap biasa. Mencoba untuk keluar membuat suatu gebrakan yang luar biasa. Memang dibutuhkan persiapan dan pendalam yang lebih keras. Sehingga tidak terjebak pada zona yang seolah serasa sudah berbeda. Tapi ketika jadi ternyata sama saja.


Ya semacam anti mainstream atau sesuatu yang tidak biasa. Apa kita sudah benar-benar anti mainstream?. Untuk mengapai anti mainstream tidak diterjemahkan dalam bentuk yang penting berbeda. Tapi tetap pada wilayah keilmuan yang dapat dikaji. Bukan tanpa alasan untuk menjadi pengen aja. Terlebih tujuan yang disampaikan dapat terukur.


Anggap saja Desainer di dunia fashion. Hasil karya luar biasa yang beda dari baju-baju dipasaran. Akan mempunyai nilai yang begitu mahal. Dimana para pemakainya akan puas dan merasa nyaman. Apakah iya, mereka tak punya basic ilmu?. Tentunya punya. Sehingga dia mampu keluar dan membuat karya yang anti mainstream. Untuk itulah desainnya bisa diterima dan terkesan tidak biasa.


Sebagaimana anti mainstream, out the box juga memiliki kesamaan arti. Namun terkadang kita terjebak pada istilah. Dan saat ditanya mana boxmu?. Kita bingung dan tidak mampu menjelaskan secara keilmuan. Pokoknya out the box. Padahal secara penerjemahan tidak sesimple yang kita biasa ucapkan. 


Sebaiknya disiplin keilmuan tetap kita pelajari sebagai podasi dasar. Karena akar keilmuan yang kuat bisa menjadi terjemah dari kotak. Sehingga kotak menjadi jelas tanpa bermakna bias. Barulah saat kita keluar dari kotak tersebut. Bisa dikatakan out the box. Kalau kotaknya saja tidak jelas. Gimana bisa dikatakan out the box. Salah-salah kita malah baru membuat kotak tersebut. Dan menafsiri sebagai out the box.


Seperti halnya timbulnya aliran realisme yang mengcapture dan membawakannya ke dalam panggung. Pada kejenuhannya menimbulkan pemikiran-pemikiran absurditas. Ini tentu dua hal yang berbeda dan bisa dikatakan out the box. Keluar dari zona realisme ke dalam absurditas. 


Mungkin tulisan ini juga bisa menjadi pola pikir yang salah. Karena setiap kita, punya boxnya masing-masing. Tentunya penulis tidak bisa memaksakan dalam konteks penerjemahan. Tinggal sudah jelaskah box yang kita bangun?. Tentunya kembali pada diri sendiri yang lebih tahu dan paham. Kalau memang masih nyaman dengan zona yang kita bangun. Kenapa tidak untuk bertahan sembari membangun box-box yang lainnya.


Berani beda boleh, tiada yang melarang. Tapi dalam perbedaan pasti ada kesamaan walaupun sedikit.



Pic by Pixabay.com

Cerita ini bisa dibaca di : Berpikir Out The Box Dan Anti Mainstream