Keluarga Impian

Dua tahun usia pernikahanku belum juga dikaruniai buah hati . Entah karena aku dan suamiku saling berjauhan atau memang rencana Tuhan belum menghendaki . Tapi yang pasti bertubi-tubi tuduhan datang menghampiriku . Terutama dari keluarga suamiku . Yang mengatakan jika aku hanya mementingkan pekerjaan,dan belum mau mempunyai anak . Lebih kejamnya mereka bilang aku minum pil KB . Aku berusaha sabar, toh memang pada kenyataannya tidak begitu. 

Kuasa Allah, beberapa bulan kemudian aku hamil. Aku sengaja belum memberi tahu suamiku karena masih ragu . Aku hanya bercerita kepada Ibuku. Pada suatu hari, aku dan suamiku terlibat pertengkaran karena masalah sepele . Yapp, karena aku tak mau memakan pecel ayam yang dia beli . Padahal aku tak memakannya karena malam itu aku sedang dilanda ngantuk berat . Dia marah padaku, dan memutuskan kembali ke rumahnya . Dia mengambil semua pakaiannya di lemari . Dan berkata akan menceraikanku . Aku kaget, sebegitukah salahku??? Atau dia yang terlalu bersikap kanak-kanak . Oke, aku ikhlas. Tanpa banyak kata ku setujui permintaan nya. Lalu ku bilang jika aku sedang mengandung anaknya . Dia tidak percaya, dia bilang kalau aku mengandung anak dari lelaki lain. Sungguh sakitnya hati ini Tuhan . Semoga Engkau membalas orang-orang yang menyakitiku . 

Sebulan berlalu aku pisah dengan suamiku, ku dengar adik iparku sedang mengandung.  Aku heran, dia kan janda . Setelah ku telusuri dari gosip yang beredar di masyarakat ternyata adik iparku itu hamil oleh suami oranglain . Tidak bisa dibayangkan betapa malunya keluarga suamiku . Aku hanya tersenyum dan berkata dalam hati "sungguh karma berjalan sangat cepat"

Cerita ini bisa dibaca di : Keluarga Impian