Love is Magic eps 4

"Liana!" Kini Iqbaal berlari kearah Liana dengan senyuman.

"Apaan? Sejak kapan lo panggil nama gue?" Ucap Liana kesal. Salsha dan Stella hanya menggelengkan kepala, yah sedikit kaget mungkin.

"Jangan marah dong, sorry sorry yah perlakuan gue selama ini sama lo jahat, gue pasti nyebelin banget kan di mata lo? Jadi pliss maafin gue yah?" Kini Iqbaal memberikan tanda piss di kedua jarinya. Benar-benar butuh permintaan maaf dari Liana.

"Lo gak lagi sakit kan?"

"Liana! Gue cuma pengen lebih dekat sama lo kok. Pliss dong, gue nyesel." Iqbaal menampakkan wajah yang sedih. Membuat Liana merasa kasihan.

"Ok. Gue maafin, karna gue itu cewek terbaik." Liana tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya. Belum cukup satu langkah, lengannya sudah di pegang oleh Iqbaal.

"Pulang sekolah kita boleh jalan gak?" Ucap Iqbaal gugup. Takut jika ucapannya itu membuat Liana marah.

"Now Way!!" Salsha langsung memisahkan Lengan Iqbaal yang memegang Liana. "Gue, Liana sama stella kita mau jalan. Shopping-shopping. Jadi gak ada waktu buat lo jalan sama Liana." Salsha menatap tajam Iqbaal.

"Bukannya lo mau jalan sama Aldi? Atau gue juga larang Aldi buat ketemuan sama lo? Gak papa. Gue bisa larang." Iqbaal melangkahkan kakinya. Yang ia harapakan agar Salsha menarik lengannya kini benar-benar terjadi. Salsha menarik keras lengan Iqbaal.

"Jangan dong." Salsha menampakkan wajah memelasnya. "Yaudah lo ketemuan gih sama Liana." Salsha segera pergi berlari mencari Aldi.

"Gimana Liana? Pliss mau yah?" Iqbaal masih saja memaksa-maksa Liana.

"Heh-"

"Jadi obat nyamuk gue disini." Stella memotong ucapan Liana. "Kacang sekarang udah terlalu murah yah?" Lanjutnya lagi.

"Ya ampun Stella. Gue hampir lupa sama lo." Liana memeluk Stella.

"Gimana Liana? Mau yah?" Iqbaal masih saja membujuknya.

"Udah tuh Liana. Iyain aja deh!" Ucap Stella. Ucapannya pun membuat Liana menganguk, yah mungkin terpaksa.

"Di sampaikan kepada Murid yang dijam ini ada pelajaran bahasa inggris segera memasuki lab. bahasa" suara berasal dari microfon sekolah, yang membuat stell kaget.

"Woy! Hari ini gue ada di B. Inggris. Gue duluan yah nanti telat." Stella segera berlari dan meninggalkan mereka berdua. yah Liana dan Iqbaal.

"Kamu hari ini di kelas siapa?" Ucap Iqbaal. Lamunan Liana yang menatap Stella pergi kini terhilangkan. Dan mulailah ia menatap Iqbaal.

"IPS." Jawabnya singkat.

"Waw! Kita emang jodoh yah? Gue juga IPS hari ini. Ya udah yuk!" Iqbaal segera menarik lengan Liana. Walau Liana sedikit terseret ia tetap tersenyum. Ada perubahan apa pagi ini?

***

Liana tersenyum-senyum dan duduk di dekat jendelanya. Menatap indahnya bintang dan bulan yang menghiasi langit.

Selepas seharian tadi bersama Iqbaal entah mengapa ia benar-benar bergairah. Bukannya Iqbaal adalah orang yang paling terkesal di dunia? Mengapa kini perasaan Liana agak berbeda?

Seharian ia benar-benar hanya bersama Iqbaal. Bermain games, shopping, ke Mall, bahkan pergi ketaman untuk memotret beberapa yang indah.

"Kok gue hayalin Iqbaal sih?" Kini lamunannya terpecah. "Liana, dia bukan jodoh lo. Kan kata Bunda Loli 'Kiri'? Apa Iqbaal kiri? Gak lah. Gak, pokoknya gue gak bisa suka sama Iqbaal. Yang gue suka harus orang yang di maksud bunda Loli. Semangat Liana lo pasti bisa." Liana segera menjatuhkan dirinya di ranjang empuknya. Dan segera menutup matanya.

Kringg Kringg Kringg

Kini tidurnya tak jadi, suara getaran di telingat terdengar. Karna posisi handphone nya tepat berada di samping telinganya.

"Hallo." Liana mengangkatnya malas. Dan tak melihat siapa penelfon.

"Gimana jalan-jalannya? Seru gak? Kalau gak seru kita bisa jalan lagi trus yang lebih seru lagi."

"Ini Iqbaal yah?"

"Yo'i."

"Lo sakit apa sih Baal? Tiba-tiba baik kayak gini sama gue. Langsung perhatian gini sama gue. Ada yang berbeda gitu sama lo. Kenapa sih?"

'Hah? Gak kok, yah aku cuma merasa bersalah ajh. Jadi aku pengen ngebalasnya dengan yang lebih."

"Cuma karna itu? Gue maafin lo kok. Gak usah sok-sok perhatian gini."

"Aku gak Sok perhatian. Tapi nyata aku cuma mau perhatiin kamu."

"Ahh gombal."

***

Bersambung...

Cerita ini bisa dibaca di : Love is Magic eps 4