Peluklah Aku lebih dari Teman (Eps. 1)

Hello Pulk...

Kali ini saya akan bercerita tentang kisah sesorang yang cintanya tidak terbalas. Saya bukan penulis profesional, namun saya akan mencoba menulis dengan hati saya. Oleh karena itu, mari kita langsung ke topik cerita...

Ketika sebuah hati mulai tergetarkan oleh aebuah perasaan, maka tidak ada seorang pun yang mampu mengkontrol dengan logika yang benar. Hal ini inilah yang mungkin sedang terjadi dengan saya...

Dua tahun lalu saya di pertemukan dengan sesorang yang saya pikir dia hanyalah teman biasa. Aneh memang rasanya jika saya bisa merasakan perasaan lebih dengan dia, karena pada saat itu tujuanku untuk memperjuangkan seseorang yang membawa aku ke dunia yang indah..

Memang terkesan sangat remeh, karena saya mengenal dia lewat sebuah aplikasi yang mungkin tidak banyak digunakan oleh khlayak umum. Saat itu, aku masih ingat bahwa dia yang pertama kali mengirimkan sebuah pesan buat aku, "hello, bolehkah saya kenal?". Saat itu aku pikir tidak ada salahnya untuk meng-iyakan ajakan dia untuk sekedar berkenalan. Ahhh.. ternyata dia dua tahun di bawah aku usianya.. itu pun tidak jadi masalah penting bagi aku, karena dia sudah bisa bersikap cukup dewasa pada saat itu...

Keadaan semakin mendorong kami untuk berpindah menjalin pertemanan yang sesungguhnya. Kami memutuskan untuk berpindah dari yang awalnya hanya untuk berkabar lewat sebuah aplikasi, ke kontak yang lebih personal. 

Semakin hari, semakin aku rasakan kenyamanan ketika bercanda ataupun sekedar menanyakan kabar. Apakah aku yang memang terlalu mudah terbawa perasaan ataukan memang dia membiarkan perasaannya untuk aku rasakan (?). Saat itu aku jadi binggung, sebenarnya aku takut kenapa aku bisa suka dengan dia, padahal kita belum lama kenal. 

Sampai suatu hari, kami saling bertemu untuk pertama kalinya. 
Ahhh... kenapa ini?. Kenapa aku tidak merasa nyaman, aku merasa canggung setiap kali dia menatap aku. Dia sangat perhatian dan memberikan banyak hal yang membuatku salah tingkah...
Karena kita bertemu di tempat yang tidak terlalu privasi, karena saat itu aku posisinya baru beres kelas. Dan langsung menyempatkan untuk datang menemui dia.

Karena aku merasa suka dengan dia, makanya aku harus tau banyak tentang dia.. 
Aku sudah punya kontak WA dia, hmmm.. aku rasa jika aku belum punya IG dia rasanya kurang lengkap yahh..
Saat aku cek di kontak nomor, ternyata nomor dia juga terhubung di Instagram juga. Aku ga berpijir panjang, langsung aku follow saja lah..

Dan sejak saat itu, aku baru tau dia yang sesungguhnya. Dia sangat berbeda dengan apa yang aku kenal selama ini. Mungkin dia tidak sadar jikalau aku follow dia, karena selama ini kita juga memakai nama panggilan yang berbeda jauh dari nama asli kami.

Akhirnya aku jujur ke dia, kalu aku mengetahui sedikit banyak tentang dia. Aku tau kalo dia baru saja lulus dari sekolah menengah atas. Dan dia juga bukan pemain baru di Dunia yang indah ini. Aku pikir dia juga akan baik baik saja, karena dia sudah banyak bermitra dengan orang-orang dari aplikasi tersebut. 

Ternyata... semua itu menjadi mimpi buruk untuk aku.
Sejak kejadian itu, entah kenapa dia mulai cuek dan banyak mengacuhkan chat dari aku. 
Aku bukan orang yang mudah menyerah, aku selalu berusaha untuk dapat waro  dari dia, tapi sayangnya dia mulai menghapus kontakku, aku bisa tau karena aku sudah tidak pernah melihat story WA dia. Dan bahkan setelah beberapa minggu, aku sadar jika Instagram akupun kena blok dari dia.

Karena semua sudah jelas hasilnya, aku pun mencoba untuk mundur perlahan, perlahan dan akhirnya aku lupa akan sosok orang yang pernah hadir di hidupku.
Sebenarnya, tanpa aku mengetahui latarbelakang dia. Aku sudah sangat menyukai dia. Tapii, kembali lagi bahwa dia telah memilih untuk pergi menghindar.


-BERSAMBUNG-

Cerita ini bisa dibaca di : Peluklah Aku lebih dari Teman (Eps. 1)