TUMBAL PAGODA IBLIS


"PERJALANAN KEMATIAN"




5 Mahasiswa yang mencari hal baru dalam hidupnya. Sebuah kunjungan liburan di suatu tempat menantang. Alfan, Shomad, Ram, Vitri dan Amila adalah mahasiswa semester 1 Sebuah tempat mengandung sejuta mistery menjadi targetnya.. Sebuah pengalaman baru yang ada di batin mereka, tak di sangka kunjungannya malah membawa petaka... ? Pagoda Iblis, sebuah tempat kuno beribu¬≤ tahun lalu, mengandung sejuta mistery , kabarnya tak ada seorang pun yang bisa memasukinya. Tempat para Iblis berinteraksi dari kehidupan ya.. Namun hal itu tak menjadi masalah bagi mereka, karena yang ada di pikirannya hannyalah pengalaman baru... ?. ? Perjalanan menuju Kegelapan di mulai Alfan sebagai ketua timnya Terlihat Mereka membawa bekal dengan Ransel di pundaknya melakukan pendakian tebing. Di tengah perjalanan Alfan mendapat telefon dari seseorang, namun sepertinya dia kesusahan mencari sinyal hingga harus pergi mencari sinyal 
"Aku akan pergi mencari sinyal, sementara Ram yang akan berjalan di depan, kalian ikuti Ram, Aku akan segera menyusul!" Ucapnya. 
Mereka melanjutkan perjalanan.. Sementara Alfan mencari tempat tinggi, hingga di temukaannya sinyal, 
Dekkk...!!! Seseorang menepuk pundaknya dari belakang. ? Terlihat Mereka dengan letih sempoyongan, 
" Di mana Alfan , kenapa sampai sekarang belum balik, ini sudah 30 menit lebih " Ucap Amila, memandang arah yang jauh. 
" Mungkin dia sedang menuju kemari, kita istirahat dulu di sini!" jawab Shomad meyakinkan mereka. 
Setelah beberapa lama, nampak kekhawatiran di wajah mereka, Alfan belum juga kembali . Terlihat seseorang berjalan dari kejauhan. Ternyata itu adalah Alfan. 
"Hey...Bro ke mana aja kau, kenapa baru sampai?" Tanya Ram 
"Aku tadi tersesat, so..Aku kesulitan mencari kalian." Jawab Alfan, terbata-bata. 
"Sudahlah Mari kita lanjutkan perjalanan, sebelum malam tiba!!" Ucap Vitri. ? Mereka berlima melanjutkan Perjalanan... Matahari terlihat condong ke barat, langit mulai memerah, sepertinya hari telah usai dan malam gelap segera datang. 
"Hari sudah gelap mari kita cari tempat untuk istirahat." Ajak Shomad. 
" Di tengah hutan seperti ini? Di mana kita bisa tidur?" Tanya Amila, menggerutu. 
"Guys lihat! sepertinya ada gubuk tua di sana, gimana kalau kita kesana?" Ucap Ram, tangannya menunjuk ke arah gubuk 
"Ide bagus !! Gimana menurutmu Fan?" Vitri memandangi Alfan. Alfan hanya mengangguk dan berjalan ke arah gubuk menandakan dia setuju. 
Sesampainya di sebuah gubuk ? Ram : "guys tempat ini sepertinya tidak ada orang.nya, ini sudah keliatan sangat tua." 
Amila : " Aku merasa ada yang aneh!" pikiran Amila ga karuan.
Shomad : "sudah lah kita tidur saja untuk malam ini, besok kita harus mulai perjalanan lagi!" ?. ? Di tengah malam... KLukkk...klukkk.. Kicauan burung hantu memecah suasana nan sunyi Semuanya terlihat lelap dengan tidurnya. Mentari pagi bersinar menerpa wajah mereka, Pagi cerah menyongsong ? Amila : "Alfan ? Dimana Alfan? Guys bangun !!Alfan menghilang!!" 
Ram : "Are you sure, mungkin dia cari udara segar." 
Vitri : " Tidak Ram!! Dia banar-benar tidak ada, Petanya juga hilang?" 
Shomad : " Ayo kita cari, dia!!" ? Mereka mencari Temanya yang hilang, entah ke mana dia pergi di tengah hutan belantara. 
Alfaannn...faann....Al....!!! Teriak mereka. 
"Aku merasa ada yang tidak beres, Aku mau pulang!!" Ringik Amila. 
" Amila tenang!! Dengar!! Kita pergi bersama¬≤ jadi kita juga harus pulang bersama. Kita akan cari Alfan sampai ketemu!" Bujuk Ram, menenangkan Amila yang tengah ketakutan. ? "Aku tahu di mana dia!" terdengar suara wanita tua. 
"Dia telah menipu kalian!" Seorang nenek tua renta dengan pakaian lusuh dan tongkat kayu di pegangnya. 
Nenek : "Dia pergi mendahului kalian." 
Vitri : " maksud anda?" 
Nenek : "Pagoda Iblis!! Aku melihatnya pergi ke sana. Kalian juga mau ke sana bukan? Tapi dia sudah tahu semuanya. Tempat itu penuh dengan harta karun,emas,perak dan barang berharga lainya. Dia tidak ingin kalian memilikinya, sehingga dia pergi Tanpa kalian ketahui" 
Ram : " Bagaimana dia melakukan semua ini" 
" Haahha.. (tawa penuh sesak) apa pun bisa di lakukan demi kekayaan. Pergilah!! Tempat itu tak jauh dari sini , sebuah lengkungan batu di sanalah pagoda itu" ? Mereka bergegas pergi. 
Di tengah perjalanan kaki Shomad tersandung batu. Dia berteriak kesakitan, Ram mencoba memberikan air dari ranselnya namun mereka kehabisan air. Sebuah rawa nampak tak jauh dari sana. 
Amila :" Aku akan pergi mengambil air!" 
Vitri : "Akan ku temani!" 
Amila : " Tidak ! Kalian tetap di sini jaga Shomad, aku akan segera kembali dengan air!" ? Amila berlari menuju Rawa ? Terlihat seorang pria sedang mencuci muka. Seperti Alfan. 
"Alfan ?" Ucap Amila "Alfan kenapa kau meninggalkan kami semua?" 
" Aku tidak akan membiarkan kalian mendapatkan harta karun itu" Sinis Alfan. 
"Baiklah ! Kami juga tidak akan membiarkanmu mendapatkan ya" Amila meroyok peta yang di pegang Alfan di tangan kanannya. 
"kembalikan atau kau akan!" 
Alfan merogoh pisau dari sakunya dan Jeepp?? pisau di tusukkan pada perut Amila. Alfan berlari membawa petanya Tubuh darah segar Amila keluar tanpa henti, memenuhi perutnya. 
Aaa....tolongggg...!!! Teriaknya kesakitan. 
Vitri mendengar teriakan Amila. "Aku akan mengeceknya!!!" sembari lari menuju Rawa.
Vitri kaget melihat Amila tergeletak berlumuran darah. 
"Amilaaaa...!!!!" Teriak Vitri. 
Ram dan Shomad mencoba menghampirinya... 
Ram : " Apa yang terjadi denganmu ? " 
Amila : "Alfan! Dia yang melakukanya, Aku mencoba mengambil peta darinya tapi dia menusukku!" Ucapnya dengan nada berat menahan sakit.
Amila :" kalian pergilah, Aku sudah menyerah Aku tidak kuat lagi, pergi dan kalahkan Alfan untukku, hanya itu aku akan tenang!" Ucapnya dengan terbata-bata, matanya terpejam, menghembuskan nafas terakhirnya.
" Tidak MiL..bangun plzzz..!!" Air mata jatuh berlinang membasahi pipi mereka. 
"Kita akan kesana!" Tekat Shomad.? Mereka melanjutkan perjalanan... ? Terlihat sebuah lengkungan batu tua,Namun mentari sudah mulai lelap di iringi awan merah di langit.
Krakk..krakkk!!! Suara kicauan gagak saling bersahutan.
"Tunggu!!" pinta Shomad. 
"Kalian tunggu di sini, Aku mau buang air sebentar!" Shomad pergi mencari tempat sepi.
Hikk..hikkk..!!! Terdengar suara tangisan perempuan. Shomad mencoba mencarinya. Terlihat seorang gadis duduk menangis. Shomad memfokuskan pandangannya , sesosok mirip Amila, namun tiba-tiba dia lari. Shomad mengejarnya namun tidak di temukan. Suasana menjadi dingin nan sunyi. 
Tess..tesss...darah menetes dari pohon besar tepat di hadapan Shomad. Dia mencoba melirik ke atasnya dengan penuh ketakutan. Jluggg!!! Mayat Amila jatuh dari atas berlumuran darah. 
Aaaaaa...aaaa!!!! Teriak Shomad. Ram dan Vitri yang mendengarnya berlari menghampirinya. 
"Apa yang terjadi ?" Tanya Ram.
Ha..ntu...Amilaa..arwah... Jawab Shomad terbata-bata.
"Guys Aku merasa ada yang aneh, kita harus cepat pergi!!" Vitri menarik tangan mereka.? Mereka Bertiga lari Terbirit.Tanpa di sadari meka telah memasuki Pagoda Iblis, tempat yang mereke tuju.Semilir angin menghembus, suara gemercik air menetes, ringkikan kelelawar memenuhi tempat itu.Gemuruh angin menghantam mereka sehingga mereka terpental berjauhan.?? Ram bangun dari jatuhnya, namun tidak melihat siapa pun di sekitarnya. 
Kreeekkk..Suara dari atap seperti Cakaran kucing nan tajam.Tiba-tiba ribuan tangan mengarah seperti ingin mencengkramnya , dia mencoba lari tapi kakinya tersangkut. Ribuan Tengkorak berjalan ke arahnya, tangan panjang dengan kuku yang rucing bagai pedang merogoh seisi perutnya, darah segar keluar dari tubuhnya. Tubuh Ram terlempar Jauhhh.? Di sisi lain, Vitri berjalan di kegelapan...tiba-tiba Bukkk...!!! Benda jatuh dari atas seperti tubuh manusia.
"Raaammmm...!!!" Teriak Vitri melihat mayat temannya jatuh terlempar. Vitri ketakutan berlari namun Roh jahat merasuki tubuhnya. ? Shomad yang kebingungan mencari temannya, melihat Vitri di balik batu, menjedorkan kepalanya di bebatuan besar.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Shomad terheran. Wajah Vitri menatap tajam ke arah Shomad. Tanganya mengarah ke kaki Shomad dan menyeretnya dengan keras, tubuh Shomad terlontar. Kuku-kuku tajam keluar dari jari Vitri dengan taring bagai serigala. Shomad ketakutan melihatnya. Vitri menuju ke arahnya dan mencengkram lehernya. Darah segar mulai keluar dari leher Shomad. Vitri mencabik-cabik tubuh Shomad dengan buas melemparnya ke Udara. Terlihat Shomad tergeletak tak bernyawa. ?? Roh Jahat keluar dari tubuh Vitri. Vitri tersadar dan terkejut melihat tubuh temannya penuh darah dengan luka cabikkan. Ia stres dan menangis. Telinganya menangkap suara seseorang. Vitri berjalan menuju sumber suara. Dia melihat sebuah kotak besar seperti peti berlapis berlian mengkilat. Mungkin ini harta karun yang mereka cari, Vitri mencoba membukanya. Namun tangan seseorang menghentikannya. Vitri menolehkan kepalanya, Alfan tengah berdiri di sampingnya.
" Selamat Fan, kau sudah menang, kau rela mengorbankan kami semua hanya demi kekayaan. Bahkan kau juga membunuh Amila!Semua sudah berakhir. Ini yang kau inginkan bukan? Hah? Ambil semua harta ini ambil semua berlian ini !!!" Tangannya membuka Peti dengan keras."Apa kau puas?" 
Vitri terkejut melihat seisi peti bukannya berlian permata namun untaian tulang belulang yang terlihat sudah tua dengan kepala tengkorak yang retak memenuhi seisi peti.
"Huaahhhhaa...!!!" Tawa Alfan penuh sesak. Tubuh Alfan berubah menjadi nenek tua yang mereka temui sebelumnya. 
"Semuanya belum berakhir. Tinggal kau yang belum mati !!! Kau mengira Aku adalah Temanmu bukan? Haaahhhaa....Teman.mu itu telah mati!
Flash back?. ? 
Ketika Alfan mencoba mencari sinyal. Seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Seorang wanita tua dengan tongkatnya, kulit bagai tanah kuburan, dengan mata merah menatap tajam ke arahnya. 
"Sii-siiaapaa..kau?" tanya Alfan terbata-bata penuh ketakutan. 
"Aku adalah kematianmu!!" Jawab wanita tua, Tangannya yang tajam mecakar wajah Alfan dan mencabik-cabiknya lalu meminum darahnya. Wanita tua itu merubah diri menjadi Alfan. Dengan sinis berkata 
"Kalian semua adalah Tumbalku!!" di iringi tawa menyeringai.
Flash back selesai? ? 
Nenek itu adalah Batsheba , penyihir jahat penunggu pagoda Iblis. 
"Semua temanmu sudah menjadi tumbal ku, Sekarang adalah giliranmu...!!!" Ucap nya dengan mulut bertaring penuh darah dan mata merah mengarah ke Arah Vitri... 
"Tidaaaaakkkkkkk...!!!" teriak Vitri. 
"Ha hhhhh aaaaaaa kkkkkk........." suara ringkikkan tawa di iringin ribuan kelelawar yang bertebangann....?? 
~ ? SELESAI ? ~ 
To be ContinueSee you on TUMBAL PAGODA IBLIS 2 : Spin of BATSHEBAComing soon

Cerita ini bisa dibaca di : TUMBAL PAGODA IBLIS